Oleh Rhian D'Kincai
Tak
kurasa dingin nan mengiris sumsum, walau kabut dan halimun masih enggan
tinggalkan jajaran perbukitan nan mengawal Gunung Tangkuban Parahu. Titik
embun di ujung daun-pun seperti tak mau luruh ke bumi, terpesona
alunan seruling dan karingding di antara denting kecapi nan memecah kesunyian
pagi, mengusik tidur panjang Sangkuriang dan Dayang Sumbi di peraduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar